Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 267

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 269

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 270

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 287

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-includes/cache.php on line 36

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-includes/theme.php on line 540
water and sanitation » Sumur Dalam
March
14th 2008
Sumur Dalam

Posted under Home

Sumur Air Tanah Dalam (SATD) adalah sarana penyediaan air bersih berupa sumur dalam yang dibuat dengan membor tanah pada kedalamanmuka air minimal 7 meter dari permukaan tanah. Kedalaman dasar pada umumnya lebih dari 30 meter sehingga diperoleh air sesuai dengan yang diinginkan.

Lubang sumur adalah lubang yang dibuat sampai kedalaman tertentu, menggunakan bor yang digerakkan oleh tenaga manusia atau tenaga mesin;

Pompa tangan adalah alat untuk menaikkan air dari dalam tanah kepermukaan tanah dan digerakkan tenaga manusia;

Pompa Tangan Dalam adalah pompa tangan yang struktur silinder rod-nya terpisah dengan badan pompa (Dibawah muka air tanah minimum)

Soket adalah asesoris untuk menyambung pipa PVC atau pipa besi dengan diameter pipa relatif kecil.

Persyaratan Umum

  1. Sesuai dengan ketentuan mengenai Spesifikasi Sumur Pompa Tangan;
  2. Peralatan dan perlengkapan harus memenuhi persyaratan yang berlaku;
  3. Jarak minimum 10 meter dari sumber pengeboran dengan bidang tangki septik, cubluk, tobang galian untuk sampah
  4. Tenaga pelaksana minimum dua orang dan berpengalaman.

Persyaratan Teknik

A. Peralatan dan Perlengkapan

Pengeboran dilakukan dengan alat bar Jetting. Secara lengkap peralatan dan bahan yang diperlukan dapat dilihat pada Tabel 1, tabel 2, dan gambar 1

B. Bahan yang dibutuhkan

C. Lantai Sumur dan Saluran Pembuang

  1. Kemiringan lantai 1% sampai dengan 3%;
  2. Lantai dari pasangan bata dengan campuaran bahan 1 semen : 3 pasir atau beton tumbuk dengan campuran bahan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil;
  3. Kemiringan saluran pembuangan minimal Z%;
  4. Saluran pembuang dari pasangan bata dengan campuran I semen : 3 pasir.

D. Lubang Sumuran

  1. Diameter lubang sumur disesuaikan dengan diameter pipa selubung;
  2. Posisi lubang sumur harus tegak lurus;
  3. Kedalaman lubang sumur maksimal 30 meter.

Cara Pengerjaan

A. Persiapan

  1. Siapkan peralatan sesuai dengan tabel 2.1;
  2. Siapkan bahan sesuai dengan gambar 1;
  3. Tentukan titik pemboran, yaitu jarak minimum 10 meter dari sumber pengeboran dengan bidang tangki septik, cubluk, lubang galian untuk sampah;
  4. Bersihkan lahan lokasi sumur pompa dan ratakan dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 2 meter
  5. Tentukan jenis mata bar yang akan digunakan berdasarkan data formasi tanah.

PEMBUATAN LUBANG SUMUR BOR DENGAN ALAT BOR JETTING

  1. Pasang mata bar Jetting pada salah satu pipa bar
  2. Pasang klem pemutar pada pipa rojok setinggi dada
  3. Lubangi titik lokasi dengan tinggis sedalam 50 cm dengan diameter 1,25 meter
  4. Dirikan tripod diatas lubang tersebut sehingga titik tripod tegak Lurus tepat berada diatas lubang tersebut. Cara mendirikan Tripod adalah sebagai berikut:
    • Siapkan 3 batang pipa besi Galvanis (Gl) diameter 2 inchi dengan panjang masing-masing 6 meter
    • Ke tiga ujung pipa Gl ini dihubungkan dengan klem segitiga yang penyambungannya diatur dengan baut dan mur. Gantungkan kerekan pada pertemuan ketiga pipa GI ini.
    • Masukan ujung tambang manila pada kerekan, kemudian ikatkan swivel head pada tambang manil
    • Atur ujung tripod yang tak dihubungkan, sedemikian rupa sehingga ujung-ujung tersebut menjadi titik-titik dari suatu segitiga sama sisi. Pada masing-masing ujung tersebut berdiri satu orang (A, B dan C). Begitupun ditempat ketiga ujung tripod berdiri satu orang (D)
    • Ikatkan tambang ketitik pertemuan tiga ujung tripod. Satu orang ditugaskan untuk memegang tali ini (E). Si E berada diantara B dan C. Dalam hal ini masing-masing A, B, C dan E bertugas sebagai berikut :
      • A bertugas mendorong kaki tripod
      • B dan C bertugas menahan kaki tripod
      • D bertugas mengatur sambungan tripod di tengah, dan
      • E bertugas menarik tali
    • Setanjutnya E menarik tali perlahan-lahan, sambil diatur oleh D, A mendorong ujung tripod yang dipegangnya kearah B dan C sesuai arah tarikan E. Sedangkan B dan C menahan ujung tripod yang mereka pegang. Lakukan ini sehingga tripod tegak simetris dan titik tengah tripod tepat berada di atas lubang pemboran.
  5. Buat kolam penampung air ukuran 75 cm x 75 cm dan dalam 50 cm. Kolam ini dipergunakan untuk menampung air setelah dipergunakan untuk membor. Kemudian air yang ditampung tadi dipergunakan untuk membor lagi. Hal ini dimaksudkan untuk menghemat pemakaian air.
  6. Buat lagi kolam yang agak kecil, diantara lubang sumur dengan kolam penampungan, untuk mendapatkan lumpur dan pemeriksaan lapisan tanah.
  7. Pasanglah bar pada satah satu ujung pipa bar, ujung yang lain dipasang swivel head, kemudian pasanglah slang penghantar pada swivel head sedang ujung slang lainnya. Dipasang pada mesin pompa. Pasang slang penghisap pada mesin pompa dan ujung slang yang masuk kedalam air di pasang saringan. sebelum mesin pompa dihidupkan, isi dahulu pompanya dengan air dan periksa dulu olie dan bahan bakamya.
  8. Pipa bor yang sudah ada mata bornya dan sudah dipasang pada swivel head diangkat, dimasukkan pada lubang pendahuluan.
  9. Mesin pompa dihidupkan, setelah menghisap air dan masuk ke pipa bor melalui swivel head, dengan memakai kunci rantai/kunci trimo atau alat pemutar Lainnya pipa bor diputar-putar searah dengan jarum jam sambil agak ditekan kebawah. Air yang keluar dari lubang pemboran ditampung pada kolam penampungan. Lumpur dan batuan yang terbawa oleh air pemboran akan mengendap pada kolam penampungan yang pertama, dan dari air lumpur dan batuan itu kita dapat melihat lapisan tanahnya.
  10. Dengan adanya putaran-putaran, tekanan-tekanan, dan semburan-semburan air maka pipa bor akan turun sedikit demi sedikit.
  11. Setelah pipa bor yang pertama masuk maka disambung dengan pipa bor berikutnya, pada waktu itu mesin pompa dimatikan.
  12. Pemboran dimulai tagi, demikian seterusnya sampai mencapai kedalaman air tanah yang kita kehendaki. Selama pemboran selalu diperhatikan jenis-jenis tanah yang keluar untuk pengecekan kedalam kembali, serta untuk mengetahui lapisan yang mengandung air yang baik.
  13. Kalau diperkirakan sudah mencapai lapisan air tanah, pemboran diakhiri. Pemompaan diteruskan untuk membersihkan lubang sumur sampai air kurasan yang keluar tidak mengandung lumpur tagi
  14. Swivel head dibuka, kemudian pipa bor dicabut dan siaptah lubang sumur untuk penyelesaian selanjutnya.

Comments are closed.