Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 267

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 269

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 270

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 287

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-includes/cache.php on line 36

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-includes/theme.php on line 540
water and sanitation » Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan
February
29th 2008
Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan

Posted under Home

Proyek HIPAM di Desa Bleberan, Kabupaten Mojokerto

Sejarah Proyek HIPPAM

  • HIPAM masuk Desa Bleberan sekitar tahun 1975-1976. HIPAM masuk berdasarkan penunjukan langsung dari pemerintah/Tk I (PU). Pada awalnya semua tahap pembangunan / pemasangan pipa berasal dari pemerintah, warga tidak ikut dalam pemasangan pipa. Jaringan perpipaan yang dipasang pada tahun 1975 adalah dari pipa besi untuk pipa induknya (d = 6 dim), sementara untuk pipa yang mengalir ke rumah-rumah menggunakan pipa PVC. Dusun yang terlayani adalah Cakar ayam, Bangon, Losari, dan Sumber Agung (termasuk desa lain).

  • Sebelum proyek HIPPAM, mata air mengaliri tanah seluas 4,5 hektar (3,4 hektar tanah bengkok dan 1 hektar lahan masyarakat), sementara untuk air bersihnya diambil dari sumur atau sungai

Bentuk Sarana HIPPAM dan daerah pelayanannya

Bentuk sarana pada proyek HIPPAM ini antara lain :

  • pembangunan sumber air serta pemasangan pipa. Pengaliran air berawal dari Dusun Cakar ayam, turun ke Dusun Bangon, lalu ke Losari kemudian ke Sumber agung. Dusun Cakar ayam bisa melayani 90 % wilayahnya, sedangkan Dusun Bangon mayoritas melayani warga pada satu sisi jalan dimana sisi jalan yang lainnya banyak yang memakai sumur, dan di Dusun Losari warga yang terlayani hanya yang berada di dekat pipa induk saja. Dusun Sumber agung pada awal-awal saja dilayani, karena warga Bleberan semakin lama kekurangan air dan pernah terjadi banjir di Bleberan maka pipa yang menuju ke Sumber agung diputus. Jumlah seluruhnya yang telah memiliki akses air bersih adalah 124 KK, hanya saja tidak semua alirannya lancar.Warga yang mendapatkan fasilitas air bersih dari HIPPAM :

  1. Warga Dusun Losari = 44 KK
  2. Warga Dusun Bangon = 40 KK
  3. Cakarayam = 40 KK
  • pembangunan pemandian umum sebanyak 3 buah, letaknya di Dusun Bangon yang diperuntukkan bagi warga yang tidak mampu membiayai penyambungan pipa ke rumahnya. Namun karena tidak adanya pemeliharaan dan perawatan maka pemandian umum itupun menjadi rusak.

Pengoperasian dan Pemeliharaan HIPPAM

  • Yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan pipa adalah bagian teknis. Selama ini ada seorang petugas yang mengontrol pipa setiap 3 hari sekali. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui adanya kebocoran atau tersumbatnya pipa. Selain itu juga dilakukan pengaturan debit air dengan membuka atau menutup valve. Apabila ada kerusakan, petugas berinisiatif memperbaiki sendiri kerusakan yang terjadi bahkan kadangkala harus mengeluarkan biaya sendiri untuk memperbaikinya jika kerusakannya tidak terlalu berat. Jika dirasa kerusakan yang terjadi berat maka petugas meminta biaya dari uang HIPAM yang dipegang oleh Kepala Desa atau meminta bantuan dari warga yang dirasa berkecukupan dalam bentuk material (semen, batu, dan lain-lain).

  • Keterbatasan dana membuat pemeliharaan pipa tidak maksimal dan sekarang ini kondisi pipa sudah kurang memenuhi syarat dimana banyak pipa yang bocor dan putus, bahkan keadaan pipa di hulu sudah sering tersumbat. Keterbatasan dana menyebabkan perbaikan pada jaringan pipa yang rusak/putus menjadi seadanya, misalnya penyambungan pipa hanya menggunakan ban bekas.

Pengembangan Program HIPPAM

  • Pengembangan program pertama kali dilakukan pada tahun 1990 dengan memasang meter air di setiap rumah konsumen HIPAM, sehingga dapat diketahui debit terpakai masing-masing konsumen. Pembayaran setiap m3 pemakaian air sebesar 50 rupiah, sehingga pada waktu itu ada warga yang sampai membayar iuran mencapai 5 ribu rupiah tiap bulannya.

  • Pemakaian pompa air yang mayoritas digunakan oleh warga Dusun Cakar ayam karena letak pipa lebih rendah dari rumah warga. Kelemahannya adalah pemompaan dilakukan langsung ke dalam pipa sehingga warga yang lain tidak bisa memperoleh air yang cukup.

  • Beberapa warga di Dusun Cakar ayam ada yang berinisiatif membuat ground reservoir yang kemudian dihubungkan dengan pompa untuk mengalirkan air.

Kesuksesan Program HIPPAM

Pada umumnya warga menganggap bahwa program HIPAM ini kurang berhasil karena :

  1. Daerah pelayanannya tidak merata ke seluruh warga di Desa Bleberan
  2. Semakin hari debit yang keluar semakin kecil, bahkan kadang mati
  3. Banyak pipa yang rusak dan tidak diperbaiki
  4. Tidak adanya transparansi dalam pengelolaan dana
  5. Kepengurusan yang tidak terorganisir dengan baik

Comments are closed.