Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 267

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 269

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 270

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 287

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-includes/cache.php on line 36

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-includes/theme.php on line 540
water and sanitation » Program SANIMAS
February
23rd 2008
Program SANIMAS

Posted under Home

Program Sanimas merupakan suatu program yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Kegiatan dari program Sanimas ini adalah pembangunan sarana dan prasarana air limbah permukiman secara berkelompok. Oleh karena penggunaannya berkelompok, maka perlu suatu kelembagaan untuk pengelolaannya. Program ini dicetuskan dan didanai oleh AusAID (Waspola) yang bekerja sama dengan World Bank.

sanimas miji

Sasaran dari program ini adalah kesehatan, yaitu kesehatan lingkungan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Menurut penelitian yang telah dilakukan (oleh para LSM), penduduk yang mengalami sakit akibat pencemaran air limbah lebih banyak jumlahnya daripada penduduk yang tidak sakit. Dengan adanya sarana sanitasi yang terkelola dengan baik, maka hal-hal positif yang terjadi antara lain adalah:

  1. Penurunan angka kematian bayi
  2. Umur harapan hidup meningkat, dari 45,7% sampai 67,97%.
  3. Angka diare dari urutan ke-5 penyebab kematian menjadi urutan ke-9.
  4. Untuk skala nasional peningkatan kapasitas SDM untuk pelayanan kesehatan (dokter, perawat, puskemas) dan peningkatan jumlah sarana kesehatan.

PROSEDUR PERENCANAAN PROGRAM SANIMAS
Perencanaan SANIMAS memiliki beberapa tahapan yang meliputi peyusunan rencana kegiatan dalam rangka pengendalian dan pembinaan di tingkat pusat dan daerah, serta penyusunan rencana lokasi dan alokasi dana yang akan diterbitkan alui Dokumen Anggaran. Tahapan awal yaitu penetapan lokasi sasaran berdasarkan pertimbangan jumlah permukiman padat yang memenuhi kriteria dengan cara melakukan survei langsung (ngamatan langsung) di lapangan ke tempat-tempat yang sekiranya rnembutuhkan bantuan dalam penyediaan sarana dan prasarana sanitasi.

SURVEY
Survei yang dilakukan untuk menentukan suatu lokasi yang tepat menurut kemudian diusulkan pada Pemda untuk direncanakan pembangunan SANIMAS. Namun basil pengamatan tersebut belum dapat memastikan apakah lokasi terpilih itu akan dibangun sarana SANIMAS, karena masih menunggu kepastian dari seluruh warga yang merupakan calon pengguna sarana SANIMAS. Adapun pemilihan lokasi dari basil pengamatan di lapangan sangat dipengaruhi beberapa faktor lain:

  1. Kebutuhan akan MCK (Dimana lokasi yang akan dipilih, dilihat masyarakatnya membutuhkan sarana sanitasi MCK atau tidak?)
  2. Kebiasaan (Dimana hal yang akan diamati tentang kebiasaan masyarakat sehari-harinya di sekitar lokasi dalam masalah membuang limbah rumah tangganya)
  3. Kepadatan penduduk (Dimana pengamatan di lokasi difokuskan pada tingkat kepadatan penduduk yang ada, sehingga dari situ akan diketahui perbandingan jumlah fasilitas yang telah ada. apakah sudah mencukupi atau tidak?)
  4. Tanah atau Lahan kosang (Pengamatan ini difokuskan pada ketersediaan lahan yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan SANIMAS)

PENDALAMAN SURVEY
Survei yang telah dilakukan dilanjutkan oleh Pemda dengan menetapkan lokasi permukiman penerima SANIMAS yang akan menjadi lampiran Dokumen Anggaran dan memberikan informasi kepada kelurahan yang bersangkutan melalui Lurah. Langkah selanjutnya adalah melakukan sosialisasi langsung ke dalam masyarakat, yaitu dengan memberikan informasi bila proyek ini dilakukan.Pada pendalaman survei ini hal yang merupakan tujuan dasar atau hal yang ingin dicapai adalah mencocokkan semua persepsi yang telah dibuat pada saat melakukan peninjauan, dengan meminta atau mendengar penjelasan langsung dari masyarakat. Seleksi penilaian kelayakan penerima program SANIMAS. Sebagai contoh, jika pada tahapan survei, terdapat suatu lahan kosong yang menurut pihak lembaga dapat digunakan untuk lokasi pembangunan, ternyata setelah di cek langsung dengan menanyakan ke masyarakat, lahan kosong tersebut tidak dijual, dan lain sebagainya.

PENYADARAN DAN SOSIALISASI
Penyadaran dan sosialisasi dilakukan di Kelurahan setempat sebagai calon penerima program SANIMAS, karena adanya rasa ketertarikan dari mayarakat terhadap program yang ditawarkan, maka diadakan pertemuan antara masyarakat/perwakilan masyarakat dengan para pelaku baik di pusat maupun daerah yang di fasilitasi oleh kelurahan setempat.Agenda yang dibahas meliputi sosialisasi maksud dan tujuan pihak lembaga membangun sarana SANIMAS di lokasi tersebut, prosedur perencanaan, kerugian yang ditimbulkan jika tidak terdapat/kurangnya sarana SANIMAS, dan segala aspek teknis dan non teknis yang nantinya akan menunjang berjalannya proyek SANIMAS. Dalam pertemuan ini, masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi dalam menjaga sarana dan prasarana SANIMAS, baik itu dari sebelum, saat, dan setelah bangunan SANIMAS dibangun dan terciptanya lingkungan yang sehat.

PEMBENTUKAN KOMITE/PANITIA PEMBANGUNAN SANIMAS
Tahap selanjutnya adalah dengan membentuk komite/panita pembangunan SANIMAS, dimana seluruh anggotanya adalah masyarakat sendiri. Tugas pokok dari panitia ini adalah untuk mengumpulkan dana kontribusi masyarakat, pengerahan tenaga kerja pada saat proses konstruksi, pengadaan dan pengamanan material. Kelompok inilah yang akan mengkoordinir jalannya proyek dan juga membahas bentuk pengolahan seperti apa yang diinginkan, dengan didampingi tim pendamping dari pihak LSM, sebagai konsultan yang membantu masyarakat dalam memilih teknologi pengolahan, fasilitas, dan sarana-sarana sanitasi yang diinginkan

PEMBANGUNAN DAN PEMELIHARAAN
Setelah masyarakat siap menentukan bentuk pengolahan yang akan dibangun, maka selanjutnya dilakukan tahap pembangunan dan pemeliharaan. Dimana tahap ini peran serta masyarakat sangat dibutuhkan baik berupa dukungan materiil maupun immaterial. Segala aspek tentang waktu hingga siapa yang menjadi pekerjanya adalah tanggung jawab panitia. Sedangkan LSM memberikan disain perencanaan bangunan yang telah disepakati, mengawasi dan mengontrol perkembangan pembangunan dilapangan setiap hari.

PELATIHAN
Bentuk pelatihan yang diberikan berupa memberikan pengetahuan tentang tata cara pengoperasian SANIMAS, manajemen keuangan, peraturan yang ditetapkan oleh lembaga, dan semua hal teknis. Hanya saja untuk pelatihan program SANIMAS diberikan kepada panitia pasca konstruksi yang diharapkan untuk menerapkannya kepada masyarakat. Secara garis besar bentuk pelatihan yaitu melalui lisan dan tindakan, misal jika ada permasalahan teknis, maka perwakilan dari lembaga akan datang dan membantu bagaimana seharusnya yang dilakukan.

Comments are closed.