Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 267

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 269

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 270

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-settings.php on line 287

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-includes/cache.php on line 36

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/users/dimsum/www/id/wp-includes/theme.php on line 540
water and sanitation » Pembuang Sampah Sembarangan Ditindak
March
2nd 2008
Pembuang Sampah Sembarangan Ditindak

Posted under berita

Selasa, 26 Feb 2008,

JAWA POST,SURABAYA - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kemarin (25/2) mengadakan operasi yustisi kebersihan. Razia yang dimulai sekitar pukul 10.00 itu bertujuan menjaring warga yang membuang sampah sembarangan. Dalam operasi yang berlangsung selama hampir empat jam tersebut, petugas berhasil menangkap empat orang yang membuang sampah tidak pada tempatnya.

 

Operasi yustisi itu diadakan di empat lokasi. Yaitu, di Jalan Kertajaya, Trunojoyo, Raya Darmo, dan Mayjend Sungkono. Di Jalan Trunojoyo dan Mayjend Sungkono, petugas menindak warga yang membuang material seperti batu dan tripleks di depan rumahnya yang direnovasi.

 

Petugas DKP langsung meminta KTP warga itu. “Semua yang terkena operasi itu dimintai KTP dan diwajibkan mengikuti sidang di pengadilan negeri pada 6 Maret,” jelas Muhammad Tohir, koordinator operasi yustisi DKP.

 

Kepala DKP Hidayat Syah mengatakan, operasi yustisi kebersihan sebenarnya rajin dilakukan. Hanya, belakangan ini terus ditingkatkan untuk meraih Piala Adipura (penghargaan dari pemerintah pusat di bidang kebersihan lingkungan).

 

Karena itu, lanjut Hidayat, pihaknya tak segan-segan menindak warga yang melanggar perda tentang kebersihan. Namun, bukan berarti tindakan tegas yang diberikan DKP itu tanpa sosialisasi. “Sebelum bertindak, kami minta pihak kecamatan memberi surat peringatan supaya warga membersihkan material bangunan di depan rumah,” jelas mantan Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Pematusan tersebut.

 

Namun, operasi yustisi itu justru mendapat sorotan dari sebagian anggota DPRD Surabaya. Sekretaris Komisi C DPRD Surabaya Agus Sudarsono mengatakan bahwa petugas DKP tak bisa melakukan operasi yustisi seperti itu. “Operasi yustisi harus bersifat pembinaan, bukan hanya menindak seperti itu,” kritiknya. “Logikanya, kalau tengah merenovasi, wajar ada pasir, batu bata, atau gragal yang keluar dari area rumah,” imbuh Agus.

 

Kader Partai Golkar tersebut menambahkan, seharusnya DKP lebih mengedepankan upaya dialog. “Lihat saja prosesnya. Masak baru diberi surat peringatan sekali langsung ditindak. Seharusnya diajak dialog dan ditanya kesanggupan membersihkan sendiri gragal atau materialnya. Jangan langsung main ambil KTP,” tuturnya.(kit/ano)
Mudah-mudahan opersi yustisi kebersihan ini tidak hanya untuk mendapatkan piala Adipura, sudah saatnya kota Surabaya yang menjadi ibukota propinsi Jawa Timur mulai berbenah, tidak hanya pemerintah kota saja semua warga Surabaya harus terus mendukung dan berpartisipasi, apalagi para pendatang. apa kita ingin mencontoh ibukota Jakarta yang semakin hari tambah semrawut.

One Response to “Pembuang Sampah Sembarangan Ditindak”

  1. Dexter Wahyu Putra on 28 May 2008 at 6:16 pm #

    Harusnya perlu sosialisasi yang lebih serius kepada warga masyarakat, sosialisasi perlu agar warga masyarakat tergugah nurani.nya bahwa kebersihan itu milik bersama dan wajib dijaga bersama, apabila sudah timbul kesadaran dalam masyarakat itu sendiri maka akan lebih mudah lagi bagi dinas terkait, dalam hal ini DKP untuk bekerjasama dengan masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan. DKP juga harus lebih profesional lagi, jangan hanya melakukan operasi yustisi itu untuk memperoleh piala adipura, lalu setelah itu kota menjadi seperti semula (kotor dan kumuh) lagi.